Mohon Tunggu Sebentar...

  • +62 254 601417

  • banten@indonesiaport.co.id

Tentang Kami

Pelabuhan Banten

Dibawah Pengelolaan PT. PELABUHAN INDONESIA II (PERSERO)

 

 

asdasd
Lokasi Pelabuhan

Pelabuhan Banten berlokasi di dalam wilayah Provinsi Banten dekat Selat Sunda dengan koordinat 06⁰-01'-12'' LS dan 105⁰-7'-05'' BT

 

 

PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Banten atau dikenal sebagai Pelabuhan Umum Ciwandan terletak di Kecamatan Ciwandan Kota Cilegon Provinsi Banten dengan kordinat : 06⁰-01'-12'' LS dan 105⁰-7'-05'' BT, .

Pesatnya pertumbuhan industri diwilayah Provinsi Banten baik di Kota Cilegon, zona Serang Barat, Serang Timur, Balaraja maupun Tangerang bagian barat yang menjadi daerah hinterland pelabuhan, Pelabuhan Umum Ciwandan diresmikan pada tanggal 27 Agustus 1988 dengan luas daerah lingkungan kerja daratan 54,7 Ha dan daerah lingkungan kerja perairan sekitar 4.100 Ha.

Sejak Tahun 2017 Pelabuhan Umum Ciwandan berubah dari Pelabuhan Kelas II menjadi Pelabuhan Kelas Utama, hal itu dikarenakan peningkatan kinerja dan pendapatan usaha perusahaan, sehingga dengan demikian Pelabuhan Ciwandan harus melakukan penataan dan peningkatan dibidang pelayanan dan fasilitas.

 

 

asdasd

Pelabuhan Umum Ciwandan telah menerapkan sistem Kode Pengamanan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan Internasional (International Ships and Port Facility Security/ISPS Code) sejak tanggal 1 Juli 2004 ini berarti Pelabuhan Umum Ciwandan siap untuk disinggahi atau dikunjungi oleh kapal-kapal internasional dan menerapkan Sistem Manajemen Mutu (Quality Management System Requirements) SNI ISO 9001:2008 dengan masa berlaku sampai 14 September 2018.

Pelabuhan Umum Ciwandan merupakan mata rantai yang terhubung dalam rantai logistik yang panjang. Memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran arus barang/produk dan mempengaruhi harga jual suatu produk. Pengelolaan dibuat semakin efisien agar produk yang melewati pelabuhan semakin kompetitif.

Pelabuhan Ciwandan didukung dengan SDM yang unggul dibidangnya dengan jumlah Tenaga Organik sebanyak 113 Orang dan Tenaga Non Organik sebanyak 113 Orang, hal itu merupakan asset perusahaan yang sangat penting demi kelancaran pelayanan untuk menjadi Pelabuhan Kelas Dunia (World Class Port).