Mohon Tunggu Sebentar...

  • +62 254 601417

  • banten@indonesiaport.co.id

BERITA

PENCANANGAN PEMBUKAAN AKSES EKSPOR DAN IMPOR DI PELABUHAN BANTEN Oleh Administrator

PENCANANGAN PEMBUKAAN AKSES EKSPOR DAN IMPOR DI PELABUHAN BANTEN

 

Jumat, 11 Mei 2018, Menko Maritim dan Kelautan Luhut Binsar Panjaitan melakukan kunjungan ke Pelabuhan Banten. Dalam kunjungannya, Menko Maritim melakukan diskusi mengenai hal-hal strategis kepelabuhanan, termasuk rencana pembukaan akses ekspor dan impor di Banten.

Dalam sambutannya Menko Luhut Panjaitan menyampaikan bahwa sektor pelabuhan harus lebih efektif dan efisien guna menopang kelancaran bisnis. Saat ini pemerintah sedang memberi perhatian serius terhadap sektor ekspor dan impor melalui pelabuhan diantaranya Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Patimban dan Pelabuhan Banten.

Luhut mengatakan, untuk menekan biaya logistik maka antara pelabuhan dengan kawasan industri harus saling berdekatan. Dengan begitu, transportasi akan semakin murah.

"Pertama tentang cost logistic, kami memberikan solusi bersifat komprehensif untuk menekan cost logistic antar pelabuhan dengan kawasan industri itu harus dekat. Sehingga transprotation cost-nya dekat tidak hanya dwelling time," jelasnya

Fundamental ekonomi bangsa indonesia sangat kuat, misi pemerintah adalah bagaimana pelabuhan harus punya efisiensi. Seperti halnya Pelabuhan Patimban yang akan menangani kegiatan bisnis di kawasan industri Bekasi, Purwakarta dan Cikampek. Pelabuhan Tanjung Priok untuk mendukung kegiatan ekonomi kawasan DKI Jakarta. Sedangkan Provinsi Banten yang industrinya berkembang pesat akan ditunjang dengan beberapa pelabuhan yang ada di Banten dalam menekan biaya logistiknya, dan segera akan dibuka pintu untuk Cruise atau kapal pesiar menolok Propinsi Banten ini memiliki destinasi yang sangat menarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara.

Sebagai penutup, Luhut mengingatkan bahwa pelabuhan itu harus bersih, tidak boleh ada sampah plastik yang berserakan. Pelabuhan bisa mengimplementasikan Garbage management untuk pengolahan sampah dari kapal.

Dalam kesempatan yang sama, Deputy II SDAJ, Agung Kuswandono menerangkan terkait dengan tujuan pemerintah dalam pemindahan kegiatan ekspor dan impor ke Banten. Diantaranya untuk mengurangi kepadatan di Pelabuhan Tanjung priok dan mengurangi kemacetan lalu lintas. Propinsi Banten memiliki hinter land insdustri, serta ditunjang dengan beberpa pelabuhan yang memiliki kedalaman kolam dermaga hingga -14 LWS sampai -22 LWS. Dengan demikian pelabuhan di Banten dapat menunjang rencana pembukaan akses ekspor dan impor.

Selain itu, Edi Ariyadi sebagai PLT Walikota Cilegon mewakili Gubernur Banten yang berhalangan hadir menjelaskan bahwa ini merupakan momen penting dan fundamental yang berdampak kepada pengembangan ekonomi di Propinsi Banten. Dengan adanya rencana pembukaan akses ekspor dan impor di Banten, pemerintah Propinsi Banten akan turut serta dalam menunjang sarana dan prasaranan dibukanya jalan lingkar utara guna mendukung kelancaran kegiatan logistik di Propinsi Banten.